hari tu, mengalir airmataku mengenang nasib...mengapa begitu kejam seorang insan yang begitu hampir denganku? tergamak perasaanku diluka begitu? kenapa?
jejari kecil yang selalu ku genggam itu seolah memegang erat jariku...dan bagaikan berkata..."sabar, ibu..."
hari ini...sunyi sungguh aku rasakan...aku melalui jalan yang sama, tapi tanpa semangat dan insan tersayang... sebak? hanya genangan airmata jer...belum jatuh...aku tak mahu usikan perasaan ini melemahkan signal semangat yang kian ilang bersama pertambahan kilometer...makin jauh, makin hebat ... makin berat...
@nuha